Asap Diesel Tingkatkan Resiko Serangan Jantung

15.7.11
Asap diesel tak hanya buruk bagi paru-paru tapi juga tidak baik bagi jantung anda, menurut penelitian baru.

Ilmuwan di Skotlandia menemukan bahwa partikel kecil yang dihasilkan dalam pembakaran mesin diesel berbahaya bagi pembuluh darah dan dapat meningkatkan kemungkinan pembentukan bekuan darah di arteri, yang mengarah ke serangan jantung atau stroke.

Penelitian yang dilakukan oleh Universitas Edinburgh itu mengukur dampak asap knalpot diesel pada relawan sehat pada tingkat yang ditemukan di kota-kota yang sangat tercemar oleh polusi asap kendaraan.

Ilmuwan membandingkan bagaimana orang bereaksi terhadap gas yang ditemukan dalam asap diesel, seperti karbon monoksida dan nitrogen dioksida, dengan yang disebabkan oleh partikel kimia sangat halus dari knalpot.

Penelitian yang didanai oleh Yayasan Jantung Inggris itu menunjukkan bahwa partikel kecil, dan bukan gas, mengganggu fungsi pembuluh darah yang mengontrol penyaluran darah ke organ tubuh.

Partikel yang tak terlihat tersebut, berukuran kurang dari sepersejuta meter, dapat disaring dari emisi gas buang dengan memasang perangkap partikel khusus pada kendaraan.

Perangkap partikel sudah dipasang di kendaraan angkutan umum di AS untuk meminimalkan dampak potensial polusi.

Dr. Mark Miller dari Pusat Sains Kardiovaskuler universitas tersebut mengatakan: "Walaupun banyak orang cenderung memikirkan efek polusi udara merusak paru-paru, ada bukti kuat bahwa polusi juga memiliki dampak pada jantung dan pembuluh darah.

"Penelitian kami menunjukkan bahwa meskipun gas dan partikel dapat mempengaruhi tekanan darah kita, partikel kimia sangat kecil yang dipancarkan oleh knalpot mobil itulah yang benar-benar berbahaya.

"Partikel-partikel ini menghasilkan molekul yang sangat reaktif yang disebut radikal bebas yang dapat melukai pembuluh darah kita dan menyebabkan penyakit pembuluh darah.

"Sekarang kita sedang menyelidiki bahan kimia mana yang menyebabkan tindakan berbahaya yang dibawa oleh partikel-partikel ini, agar di masa yang akan datang kita dapat mencoba dan mengeluarkan bahan kimia ini, dan mencegah efek buruk emisi kendaraan bagi kesehatan."

Para peneliti menginginkan alat ukur kesehatan lingkungan yang dirancang untuk mengurangi emisi agar diuji untuk menentukan apakah alat tersebut mengurangi insiden serangan jantung.

Profesor Jeremy Pearson, direktur asosiasi medis di Yayasan Jantung Inggris mengatakan: "Kami telah mengetahui sejak lama bahwa polusi udara merupakan masalah jantung utama dan itulah mengapa kami mendanai tim ini di Edinburgh untuk melanjutkan penelitian penting mereka.

"Hasil temuan mereka menunjukkan bahwa kehidupan bisa diselamatkan dengan mengeluarkan partikel berbahaya ini dari knalpot, mungkin dengan cara mengeluarkannya dari bahan bakar, atau membuat para produsen menambahkan alat ke kendaraan mereka yang dapat mengurung partikel tersebut sebelum keluar. Pendekatan yang paling baik masih belum jelas.

"Untuk saat ini saran kami tetap sama, orang dengan penyakit jantung harus menghindari menghabiskan waktu lama di luar di daerah yang memiliki tingkat polusi kendaraan tinggi, misalnya di dekat jalan raya yang banyak sekali terdapat kendaraan."

Hasil penelitian ini dipublikasikan di Jurnal Jantung Eropa.

Informasi/Berita tentang Asap Diesel Tingkatkan Resiko Serangan Jantung ini dipublikasikan pada hari Jumat, 15 Juli 2011

-
 
beritasi.blogspot.com - sitemap