Tukang Kayu Tanpa Tangan

19.7.11
Seorang tukang kayu di Addis Ababa, Ethiopia yang tidak memiliki tangan bekerja dengan kakinya untuk membuat meja dan kursi indahnya.

Tukang Kayu Tanpa Tangan
Namanya Sintayehu Tishale, dan tukang kayu berusia 42 tahun ini telah diaanggap sebagai salah satu pengrajin daerah terbaik selama lebih dari 20 tahun, menurut laporan Barcroft Media, kantor berita Inggris.

Tishale kehilangan fungsi tangannya setelah dilahirkan dengan penyakit polio, tapi hal itu tidak menghentikannya untuk bisa sukses menghidupi istrinya Guday Agazu (38), dan kelima anak mereka.

Meskipun pergerakannya terbatas, tukang kayu tersebut menggunakan palu dengan akurasi yang luar biasa dan dapat menggergaji, memotong, memaku, membubut kayu dan mengoperasikan mesin berbahaya dengan kakinya yang terampil. Itu merupakan keahlian yang ia ajarkan kepada dirinya sendiri sewaktu masih kecil.

"Ketika saya masih sangat muda, saya suka bekerja di kebun menggunakan kaki saya sebagai tangan," ungkapnya. "Kemudian saya mulai untuk memperbaiki hal-hal kecil seperti bangku dan melatih menajamkan pisau dengan kaki saya. Saya memastikan untuk berlatih sebanyak mungkin karena saya tahu saya harus membuat kaki saya bekerja seperti tangan."

Keluarga Tishale tidak menyadari bakat putra mereka. Melihat tidak ada prospek pekerjaan lain untuknya, mereka mengajarinya untuk mengemis di jalanan.

"Saya mengemis selama bertahun-tahun dengan bepergian dari satu tempat ke tempat lain," kata Tishale. "Saya pergi ke Djibouti, Kenya, Somalia dan Sudan hanya untuk mengemis atau mencoba mendapatkan sesuatu yang baik untuk hidup saya."

Semuanya berubah 20 tahun lalu ketika Tishale bertemu dengan istrinya. Cinta seorang wanita yang baik membantu mengubah hidupnya, ia belajar membaca dan menulis sendiri dan mengabdikan hidupnya untuk mengembangkan keterampilan pertukangannya.

Tishale sekarang lebih menonjol dalam komunitasnya lebih karena bakatnya ketimbang penampilannya. Tapi ia harus membuat beberapa penyesuaian. Dia mengendarai sepeda khusus disesuaikan untuk berkeliling dan harus membatasi dirinya membuat beberapa jenis furnitur.

"Karena keterbatasan fisik, saya hanya bisa membuat potongan kecil furnitur, bangku dan lemari kecil," katanya. "Saya duduk di lantai sehingga saya bisa meluruskan kaki saya sejauh mungkin.

"Sekarang, sudah menjadi sifat kedua saya untuk menggunakan kaki saya sebagai tangan, tapi orang terkagum-kagum ketika melihat saya melakukan hal itu. Mereka mengatakan, 'Bagaimana kamu melakukannya?' Tapi itu hanya soal latihan."

Tishale bangga bahwa ia tak pernah membiarkan ketidaksempurnaannya menghalangi ia menjadi bagian dari masyarakat yang produktif dan ia ingin agar orang lain yang bernasib sama dengannya bisa menyadari bahwa mereka memiliki nilai yang melampau cacat mereka. Dia sedang mempertimbangkan untuk membangun sebuah sekolah.

Terkadang kita seakan tidak bersemangat lagi oleh karena begitu banyak beban yang menghimpit kita, tapi Tishale bisa menjadi inspirasi bagi kita untuk bisa bangkit dan mengubah hidup kita menjadi lebih baik. Kedisiplinan serta tekad yang kuat merupakan rumusan kesuksesan yang telah diperlihatkan seorang tukang kayu tanpa tangan itu.

Informasi/Berita tentang Tukang Kayu Tanpa Tangan ini dipublikasikan pada hari Selasa, 19 Juli 2011

-
 
beritasi.blogspot.com - sitemap